Apakah Anda pernah berpikir apa yang terjadi dengan ban bekas Anda setelah diganti di bengkel? Jutaan unit menumpuk setiap tahun, mengancam planet – tetapi ada solusi cerdas yang mengubah limbah menjadi harta.

Mengapa Ban Lama Tidak Bisa Dibuang Sampah? Risiko Tersembunyi
Ban mobil terdiri dari karet sintetis, baja, dan aditif kimia yang tidak mudah terurai. Di Brasil, diperkirakan lebih dari 30 juta ban bekas dibuang setiap tahun, menurut data dari Institut Nasional Pengolahan Ban Bekas (INPPU). Membuangnya di tempat pembuangan akhir adalah melanggar Kebijakan Nasional Pengelolaan Sampah (Undang-Undang 12.305/2010), yang mengklasifikasikan ban sebagai limbah berbahaya.
Bahaya serius: Tumpukan ban menampung air berhenti, menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa dengue, zika, dan chikungunya. Selain itu, mereka bisa terbakar secara spontan karena panas yang terkumpul, menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan. Contoh klasik terjadi pada 2018 di Rio de Janeiro, di mana sebuah gudang ilegal terbakar selama berhari-hari, mengeluarkan asap beracun dengan senyawa organik volatil, karbon dioksida dan logam berat, mencemari udara dan tanah.
- Ruangan tidak efisien: Sebuah ban menempati volume besar tanpa dipadatkan, dengan cepat memenuhi tempat pembuangan sampah.
- Risiko kesehatan: Menarik tikus pembawa hantavirus dan leptospirosis.
- Denda besar: Pembuangan ilegal bisa menghabiskan hingga R$ 50 juta untuk perusahaan, sesuai resolusi Conama.
Tapi tidak semua kabar buruk. Sebagian besar bengkel ban bersertifikat mematuhi hukum, mengirimkan bekasnya ke pusat daur ulang. Beberapa mengenakan biaya pembuangan (R$ 5 sampai R$ 15 per ban), yang mendukung logistik terbalik. Di Brasil, program seperti dari Asosiasi Ban Brasil (ABR) memastikan 95% dari ban yang dikumpulkan diproses dengan benar.
“Ban bukan sampah biasa; mereka adalah sumber daya berharga jika dikelola dengan baik.” – Spesialis limbah dari USP.
Untuk mengetahui apakah bengkel Anda mendaur ulang, tanyakan sertifikat dari Inmetro atau keanggotaan INPPU. Hindari “penipu” yang menjanjikan pembuangan gratis – mereka mungkin secara ilegal membuang limbah, seperti yang terlihat dari pengawasan baru-baru ini di pedalaman São Paulo.
Penggunaan Kembali Vs Daur Ulang: Apa yang Sebenarnya Dilakukan Bengkel?
Pertama, nilai kualitasnya: ban dengan tapak lebih dari 1,6 mm (batas legal di Brasil) dapat digunakan kembali melalui recauchutagem. Proses ini menghilangkan lapisan aus, menambahkan karet baru, dan curing di autoclave, memperpanjang umur pakai hingga 50%. Truk dan armada menyukai ini: menghemat 40% biaya dan mengurangi emisi.
Jika tidak dapat digunakan kembali, lanjut ke daur ulang. Proses industri sangat canggih:
| Langkah | Deskripsi | Peralatan |
|---|---|---|
| 1. Desmetallisasi | Magnet menghilangkan kawat baja (hingga 15% dari berat). | Separator magnetik. |
| 2. Penggilingan | Karet menjadi serpihan 5-50 mm. | Pemecah industri. |
| 3. Krimogeni (opsional) | Nitrogen cair (-196°C) membuat karet rapuh untuk digiling menjadi bubuk (crumb rubber). | Kamar kriogenik. |
| 4. Pemurnian | Saringan memisahkan berdasarkan ukuran (0,5-5 mm). | Penggiling dan vibrasi. |
Perusahaan seperti Tecnopneu dan Reciclanip memproses puluhan ton setiap hari. Di Brasil, banyak ban lama akhirnya digunakan untuk paving jalan baru, dicampur dengan aspal untuk ketahanan lebih baik dan pengurangan suara.
Dan lintasan balap? Jalur atletik dan taman bermain menggunakan granulat karet daur ulang sebagai dasar elastis. Pernahkah Anda berpikir bahwa sipes di ban baru Anda bisa berasal dari bahan reuse? Destinasi lain: mulsa taman (tahan hama), shingle atap (mengisolasi secara termal dan akustik), dan bahkan karpet industri.
Evolusi ban tanpa tabung memudahkan ini, karena struktur yang lebih sederhana lebih mudah didaur ulang. Fakta menarik: NASCAR dan Formula 1 mengirim ban bekas ke pusat-pusat ini, menghindari tempat pembuangan akhir.
Cara Berkontribusi: Tips Praktis untuk Pengemudi Peduli
Anda memiliki kekuasaan: saat mengganti ban, minta kwitansi pembuangan. Aplikasi seperti “Recicla Pneus” (dari ABR) membantu menemukan tempat pengumpulan gratis. Di negara bagian seperti SP dan RJ, biaya di IPVA digunakan untuk mendukung pembersihan lokasi pembuangan ilegal.
Secara statistik:
- Brasil mendaur ulang 82% dari ban yang dikumpulkan (lebih baik dari AS dengan 70%).
- Satu ban yang didaur ulang menyelamatkan 70 liter minyak dan mencegah penebangan 3 pohon.
- Ekonomi: Industri bergerak sebesar R$ 2 miliar/tahun, menciptakan 10 ribu pekerjaan.
Hindari jebakan: jangan bakar ban di rumah (kejahatan lingkungan, denda R$ 5 ribu). Untuk kendaraan yang tidak digunakan, lindungi dari tikus dengan perawatan sederhana seperti daun pengering. Dan jika Anda melihat pembuangan ilegal? Laporkan ke Ibama via 0800 61 8080.
Mengubah ban lama menjadi sumber daya adalah kemenangan bersama: mengurangi polusi, ekonomi sirkular, dan jalan yang lebih baik. Pada penggantian berikutnya, tanyakan: “Apa yang terjadi dengan ban saya?” – dan minta transparansi. Mobil Anda berterima kasih, planet bernapas lega.
Diperbarui dengan data dari INPPU dan Conama 2024. Bagikan jika Anda belajar sesuatu yang baru!



